• Home
  • Lock.
  • RPP
  • RKAS
  • TGS Siswa
  • Daftar Isi
  • Alumnus
  • Kontak
  • Comments
temp
temp
scotch egg
temp
temp
scotch egg
temp-thumb
temp-thumb
temp-thumb
temp-thumb
temp-thumb
temp-thumb

Tiga Pejabat Kabupaten Tegal Kunjungi SMP N 1 Dukuhturi

Selasa, 06 Maret 2012 tiga pejabat kabupaten kunjungi SMP N 1 Dukuhturi. Tiga pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Tegal, Komisi 4 DPRD Kabupaten Tegal dan Pengawas SMP/MTS kabupaten Tegal. Meski agenda kunjungan tiga pejabat tersebut berbeda, namun bisa bertemu dalam satu waktu itulah yang terkesan luar biasa dan diluar dugaan. Inilah yang mesti kita sikapi dengan baik, sebagai wujud perhatian dan dukungan dari pemangku kepentingan bidang pendidikan ini terhadap SMP N 1 Dukuhturi sebagaimana dikatakan Kepala SMP N 1 Dukuhturi Bapak Drs. Alfatah, M.Pd saat menyambut kehadiran beliau bertiga di SMP N 1 Dukuhturi. 


Kunjungan diawali oleh Ibu Sarni, S.Pd, M.Pd selaku pengawas SMP/MTs Kabupaten Tegal.  Bu Sarni demikian panggilan akrab pengawas SMP/MTs ini mengadakan kunjungan dalam rangka pembinaan guna persiapan Akreditasi. Seperti kita ketahui bersama bahwa SMP N 1 Dukuhturi sebagai sekolah potensial dengan segala prestasi dan fasilitas yang ada, dinilai layak oleh pengawas untuk segera melakukan akreditasi menuju sekolah berstandar nasional atau sering dikenal dengan istilah SSN. Dukungan bu Sarni terhadap SMP N 1 Dukuhturi begitu besar, hingga warga Sturi tidak asing lagi dengan Ibu Sarni sosok pengawas yang slalu membimbing dengan gaya khas beliau yang sabar dan slalu care and smile dengan warga Sturi. Kedatangan beliau ke SMP N 1 Dukuhturi slalu dan slalu memberi bekal entah dalam bentuk workshop, IHT, atau bahkan sekedar presentasi pembinaan kepada warga sturi.

Sedangkan Kunjungan komisi IV DPRD Kabupaten Tegal bersama Kepala Dinas Dikpora ke SMP N 1 Dukuhturi dalam rangka pembinaan terkait dengan diberlakukannya jam kerja PNS dilingkungan Pemkab Tegal yang jumlahnya 37,5 jam seminggu. Kepala Dinas Dikpora dalam sambutanya beliau menggaris bawahi pelaksanaan jam kerja 37,5 jam per minggu di SMP N 1 Dukuhturi yang ternyata dapat dilaksanakan dengan optimal. Beliau menyaksikan sendiri saat berlangsungnya pertemuan semua guru dan karyawan SMP N 1 Dukuhturi semuanya lengkap, hingga beliau memberikan Apresiasi yang baik terhadap SMP N 1 Dukuhturi yang telah melaksanakan peraturan 37,5 jam kerja ini dengan penuh kesadaran. dalam sambutanya beliau juga menghimbau kepada seluruh guru yang telah sertifikasi untuk lebih meningkatkan kinerja. Hal ini beliau sampaikan sehubungan dengan meningkatnya pelanggaran yang dilakukan PNS Nakal hingga berakibat perceraian. Beliau juga mengajak seluruh warga Sturi untuk melaksanakan Ujian Nasional dengan Jujur. Fakta dilapangan banyak siswa dari suatu SMP atau MTs Tertentu memperoleh Nilai UN tinggi tetapi setelah masuk suatu sekolah negeri justru PP alias "Plonga dan Plongo" (red). Jika hal ini tidak ditanggulangi secara serius bagaimana dengan nasib bangsa ini. Beliau juga sangat menghargai Proses, lebih baik lulus 50% murni dan jujur dari pada lulus 100% tapi dengan cara yang kontra produktif dengan nilai dan karakter bangsa Indonesia yang terkenal dengan kejujuranya. 

Usai sambutan Kepala Dinas Dikpora dilanjutkan dengan Sambutan Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal. Beliau juga menggaris bawahi latar belakang pemberlakuan jam kerja 37,5 Jam seminggu. Beliau katakan hal ini dilaksanakan guna mengurangi angka pelanggaran disiplin PNS seperti belanja saat jam dinas, meningkatnya angka pelanggaran yang berakibat perceraian, angka kredit palsu dan lain sebagainya. Beliau juga menyampaikan sangsi sangsi yang bakal diberlakukan bagi PNS yang melanggar mulai dari diStaffkan, diturunkan jabatan maupun golongannya supaya dapat menimbulkan efek jera. Meskipun demikian beliau juga tidak memungkiri semua itu juga akibat nada nada miring dikalangan anggota dewan yang nota bene merupakan wakil rakyat, orang pilihan yang seharusnya menjadi teladan justru memberi contoh kurang baik bagi warga negaranya, walaupun suasana Dewan di pusat dengan di daerah sangat jauh berbeda.
Ada hal yang menarik, saat pembinaan ketiga pejabat ini justru terperanga dengan telah membahananya salam ABITA (Aku Bangga Indonesia Tanah Airku ) yang diteriakkan usai acara. Inilah wujud keseriusan Sturi akan pendidikan karakter guna mempertebal  semangat Nasionalisme dikalangan seluruh warga sturi. 
Semoga dengan kehadiran ketiga pejabat tersebut mampu membawa nilai plus guna terlaksananya program sturi paradigma baru.

0 comments:

Poskan Komentar